KPK Minta Pejabat Bengkulu Hentikan Gaya Hidup Mewah

- Penulis

Selasa, 4 November 2025 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar Bimbingan Teknis Keluarga Berintegritas di Aula Merah Putih Kantor Gubernur Bengkulu, Selasa 4 Oktober 2025 (Dok MC Pemprov Bengkulu)

Foto : Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar Bimbingan Teknis Keluarga Berintegritas di Aula Merah Putih Kantor Gubernur Bengkulu, Selasa 4 Oktober 2025 (Dok MC Pemprov Bengkulu)

BENGKULU – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan pejabat dan keluarganya di Bengkulu untuk berhenti memamerkan kekayaan. Dalam kegiatan Bimbingan Teknis Keluarga Berintegritas di Aula Merah Putih Kantor Gubernur Bengkulu, Selasa (4/11), KPK menyoroti budaya flexing yang makin marak di kalangan pejabat daerah.

Plh Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK RI, David Sepriawara, menegur langsung para pejabat agar tidak menjadikan media sosial sebagai ajang pamer kemewahan.
“Banyak pejabat terjerat korupsi karena tidak mampu mengendalikan gaya hidup. Ketika pasangan mulai flexing, muncul persepsi negatif dan potensi penyimpangan,” ujar David.

Baca Juga :  Pemkab Kerinci Buka Seleksi JPT,Tujuh Eselon II Diperebutkan

David menekankan pentingnya membangun integritas dari dalam keluarga. Menurutnya, keluarga pejabat harus menjadi teladan dalam kesederhanaan dan perilaku jujur.
“Integritas itu tumbuh di rumah, bukan hanya di kantor,” ucapn

Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, mendukung langkah KPK yang terus mengedukasi pejabat dan keluarganya. Ia menilai, gaya hidup glamor justru bisa membuka peluang korupsi.
“Flexing mudah terekam publik. Begitu pejabat hidup berlebihan, orang langsung curiga. Dari situ masalah bisa muncul,” kata Mian.

Mian meminta pejabat Bengkulu menanamkan nilai kesederhanaan sejak di rumah. Ia juga menegaskan bahwa jabatan bukan untuk pamer kekayaan, melainkan untuk melayani rakyat.
“Pejabat harus sadar posisi. Jangan sampai masyarakat kehilangan kepercayaan karena perilaku hedon,” tegasnya.

Baca Juga :  Ngopi di Horti Tani, M. Syukur Puji Kopi Arabika Kerinci yang Go Internasional

Kegiatan Bimbingan Teknis Keluarga Berintegritas ini melibatkan pejabat Pemprov Bengkulu dan para istri mereka. KPK ingin memperkuat peran keluarga sebagai benteng pertama pencegahan korupsi.

David berharap program ini mampu menumbuhkan budaya antikorupsi di rumah tangga pejabat daerah.
“Kalau keluarga sudah berintegritas, godaan korupsi akan sulit masuk,” tutupnya.(tim)

Berita Terkait

Pemkot Sungai Penuh Gelar Safari Jumat di Masjid Raya, Alfin Serahkan Bantuan CSR
Sahkan LKPJ 2025, DPRD Sungai Penuh Beri Catatan Strategis untuk Walikota Alfin
Wako Alfin Rakornas Mitigasi Kekeringan 2026: Strategi Pertanian Sungai Penuh
Kenduri Sko Karang Setio TAP Koto Baru 2026: Tradisi & Budaya
Sidak Satpol PP & Damkar Sungai Penuh: Wako Alfin Instruksikan Siap Siaga Jelang Idul Fitri
Sedikit Lega, PPPK Paruh Waktu Sungai Penuh Bisa Berlebaran: Gaji Tiga Bulan Cair!
Malam Puncak Festival Arakan Sahur 2026 Tanjab Barat: Ribuan Warga Padati Kuala Tungkal
Wabup Merangin Beri Peringatan Keras ke OPD: Jangan Tumpuk Pekerjaan di Akhir Tahun!
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:24 WIB

Pemkot Sungai Penuh Gelar Safari Jumat di Masjid Raya, Alfin Serahkan Bantuan CSR

Selasa, 21 April 2026 - 17:38 WIB

Sahkan LKPJ 2025, DPRD Sungai Penuh Beri Catatan Strategis untuk Walikota Alfin

Selasa, 21 April 2026 - 05:40 WIB

Wako Alfin Rakornas Mitigasi Kekeringan 2026: Strategi Pertanian Sungai Penuh

Minggu, 19 April 2026 - 19:22 WIB

Kenduri Sko Karang Setio TAP Koto Baru 2026: Tradisi & Budaya

Kamis, 12 Maret 2026 - 15:46 WIB

Sidak Satpol PP & Damkar Sungai Penuh: Wako Alfin Instruksikan Siap Siaga Jelang Idul Fitri

Berita Terbaru