SUNGAI PENUH – Senyum semringah terpancar dari wajah ratusan tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di lingkup Pemerintah Kota Sungai Penuh. Pasalnya, pemerintah daerah mulai merealisasikan pembayaran gaji yang telah lama mereka nantikan, Kamis (12/03/2026). Momentum pencairan ini menjadi angin segar bagi para pegawai agar dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga menjelang Hari Raya Idulfitri.
Pemerintah Kota menyalurkan hak keuangan para pegawai melalui Bank Jambi Cabang Sungai Penuh. Proses pencairan ini mengikuti mekanisme administrasi yang berlaku pada masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Aksi cepat pemerintah dalam mencairkan dana ini bertujuan menjaga stabilitas ekonomi keluarga para tenaga PPPK yang menjadi ujung tombak pelayanan publik di Bumi Sahalun Suhak Salatuh Kosei.
Anggaran Rp1,2 Miliar untuk 999 Pegawai
Kepala Bidang Perbendaharaan Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Sungai Penuh, Reno Hanjoni, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah merampungkan seluruh proses administrasi pencairan. BKD mengalokasikan dana sekitar Rp1,2 miliar untuk meng-cover gaji bagi total 999 tenaga PPPK Paruh Waktu. Reno menjelaskan bahwa setiap pegawai menerima honorarium sebesar Rp400 ribu per bulan, dan pada tahap ini, pemerintah langsung membayarkan gaji untuk tiga bulan sekaligus.
“Saya sudah menyampaikan arahan kepada OPD terkait pencairan gaji PPPK paruh waktu, baik melalui grup WhatsApp maupun surat resmi, agar setiap OPD segera menindaklanjuti administrasi pembayarannya,” ujar Reno Hanjoni.
Komitmen Sejahtera Jelang Lebaran
Keputusan pemerintah membayarkan gaji secara akumulatif (tiga bulan) sangat membantu para pegawai dalam menyambut Lebaran tahun ini. Mengingat peran vital mereka di sektor pendidikan, administrasi, hingga pelayanan masyarakat, pemerintah daerah memprioritaskan kesejahteraan mereka sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian selama ini. Langkah strategis ini juga memastikan agar performa pelayanan publik di lingkungan Pemkot Sungai Penuh tetap terjaga dan berjalan optimal.
Pada akhirnya, realisasi anggaran ini membuktikan kehadiran pemerintah dalam memperhatikan nasib tenaga kerja daerah. Para pegawai kini dapat bernapas lega karena memiliki pegangan finansial untuk merayakan momen penting bersama keluarga. Pemkot pun menegaskan akan terus berkomitmen menjaga ketepatan waktu pembayaran hak-hak pegawai di masa mendatang guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik***








