Menjaga Tradisi di Negeri Alam Kerinci: Kenduri Sko Siulak Mukai 2026

- Penulis

Sabtu, 24 Januari 2026 - 14:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jambi Menghadiri Kenduri SKO Silak Mukai 2026

Gubernur Jambi Menghadiri Kenduri SKO Silak Mukai 2026

KERINCI – Panggung budaya di Kecamatan Siulak Mukai, Kabupaten Kerinci, tampak berwibawa saat masyarakat setempat menyelenggarakan prosesi adat Kenduri Sko dan Manggien Depati Ninek Mamak Luhah Depati Intan. Ritual sakral ini tidak sekadar menjadi seremonial belaka, melainkan bertindak sebagai instrumen vital untuk memperkuat akar tradisi sekaligus mempererat ikatan persaudaraan antarwarga adat. Selain itu, perhelatan ini memancarkan simbol keteguhan masyarakat dalam merawat warisan leluhur di tengah hantaman arus modernisasi. Sabtu (24/01/2026).

Membedah Filosofi “Seciok Bak Ayam”

Perayaan Kenduri Sko tahun ini tampil beda dengan mengusung tema filosofis yang menyentuh: “Seciok Bak Ayam, Sedencing Bak Besi, Kaile Serentak Santan, Kemudek Sarengkuh Dayung”. Untaian kata tersebut mengandung makna mendalam mengenai spirit kebersamaan, soliditas, dan keselarasan gerak dalam kehidupan bermasyarakat maupun menyukseskan pembangunan daerah. Sejalan dengan semangat itu, sejumlah figur penting tampak hadir memberikan dukungan, mulai dari Gubernur Jambi hingga jajaran kepala daerah serta tokoh adat lintas luhah.

Baca Juga :  Daun Kelor Ternyata Punya 7 Manfaat Penting untuk Kesehatan Wanita

Adat Sebagai Pilar Pembangunan Karakter

Dalam pidato resminya, Gubernur Jambi melontarkan apresiasi tinggi atas suksesnya penyelenggaraan ritual adat tersebut. Beliau menilai Kenduri Sko sebagai manifestasi nyata dari dedikasi kolektif masyarakat dalam memproteksi jati diri daerah. Oleh karena itu, Gubernur mewanti-wanti agar nilai-nilai kearifan lokal terus mengalir ke sanubari generasi muda sebagai pilar sosial yang tangguh.

Baca Juga :  Kenduri Sko Karang Setio TAP Koto Baru 2026: Tradisi & Budaya

“Adat merupakan jantung kehidupan masyarakat kita. Kekayaan tradisi di Kerinci dan Sungai Penuh harus terus bersinar melalui kunci kekompakan,” ujar Gubernur Jambi dengan tegas.

Lebih jauh lagi, Gubernur mendorong Pemerintah Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh untuk semakin mempererat kolaborasi dalam menjaga warisan budaya. Sebab, beliau meyakini bahwa kekuatan identitas lokal menjadi modal utama bagi pemerintah untuk mengakselerasi pembangunan daerah yang memiliki karakter dan keberlanjutan. Sebagai penutup, beliau berharap spirit kebersamaan ini tidak hanya membekas di level perayaan, tetapi juga bertransformasi menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat luas***

Berita Terkait

Sahkan LKPJ 2025, DPRD Sungai Penuh Beri Catatan Strategis untuk Walikota Alfin
Wako Alfin Rakornas Mitigasi Kekeringan 2026: Strategi Pertanian Sungai Penuh
Kenduri Sko Karang Setio TAP Koto Baru 2026: Tradisi & Budaya
Sidak Satpol PP & Damkar Sungai Penuh: Wako Alfin Instruksikan Siap Siaga Jelang Idul Fitri
Sedikit Lega, PPPK Paruh Waktu Sungai Penuh Bisa Berlebaran: Gaji Tiga Bulan Cair!
Malam Puncak Festival Arakan Sahur 2026 Tanjab Barat: Ribuan Warga Padati Kuala Tungkal
Wabup Merangin Beri Peringatan Keras ke OPD: Jangan Tumpuk Pekerjaan di Akhir Tahun!
Bupati Monadi dan PT KMH Restoking Penyebaran Ikan Endemik di Danau Kerinci
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 17:38 WIB

Sahkan LKPJ 2025, DPRD Sungai Penuh Beri Catatan Strategis untuk Walikota Alfin

Selasa, 21 April 2026 - 05:40 WIB

Wako Alfin Rakornas Mitigasi Kekeringan 2026: Strategi Pertanian Sungai Penuh

Minggu, 19 April 2026 - 19:22 WIB

Kenduri Sko Karang Setio TAP Koto Baru 2026: Tradisi & Budaya

Kamis, 12 Maret 2026 - 15:46 WIB

Sidak Satpol PP & Damkar Sungai Penuh: Wako Alfin Instruksikan Siap Siaga Jelang Idul Fitri

Kamis, 12 Maret 2026 - 12:18 WIB

Sedikit Lega, PPPK Paruh Waktu Sungai Penuh Bisa Berlebaran: Gaji Tiga Bulan Cair!

Berita Terbaru