Malaysia Klaim Durian, Indonesia Masih Puncaki Produksi

- Penulis

Senin, 17 November 2025 - 15:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Buah Durian Jenis Musang King (Sumber : Freepik)

Foto : Buah Durian Jenis Musang King (Sumber : Freepik)

JAKARTA– Asosiasi Produsen Durian Malaysia (Durian Manufacturer Association/DMA) meminta Kementerian Pertanian dan Keamanan Pangan Malaysia menetapkan durian sebagai buah nasional. DMA menilai durian menjadi identitas nasional Malaysia. Varietas Musang King (D197), Black Thorn (D200), dan D24 menembus pasar internasional dan dikenal luas.

Durian pertama muncul di Kalimantan, Indonesia, lalu menyebar ke Jawa, Sumatera, Lombok, dan Papua. Menurut Reza, petani Thailand membawa bibit durian dari Kalimantan ratusan tahun lalu dan mengembangkan durian dengan sistem perkebunan hingga tercipta durian Monthong yang populer.

Saat ini, durian Musang King asal Malaysia menjadi tren baru di Asia Tenggara. Reza menekankan bahwa tren durian selalu berganti, sehingga petani perlu meneliti dan membudidayakan varietas baru agar produksi tetap stabil.

Baca Juga :  Pakubuwana XIII Berpulang, Sosok Raja yang Tak Pernah Lelah Menjaga Adat Jawa

Budidaya Durian Malaysia Lebih Terorganisir

Reza menilai Malaysia lebih maju dalam budidaya durian dibanding Indonesia. Indonesia belum memiliki banyak perkebunan berskala besar, sehingga menciptakan tren durian lokal masih sulit.

Indonesia Produksi Durian Lebih Tinggi

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyatakan Indonesia memiliki dasar kuat mengklaim durian sebagai buah nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 mencatat Indonesia memproduksi 1,96 juta ton durian, tertinggi lima tahun terakhir. Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi menjadi pusat produksi durian.

Durian Malaysia Masuk Ilegal ke Indonesia

Anggota Komisi VI DPR RI, Ahmad Labib, menyoroti durian ilegal asal Malaysia yang masuk ke Indonesia melalui Batam, Riau, dan Jakarta. Pedagang memasukkan sekitar 10 ton durian ilegal setiap hari, termasuk 1–2 ton oleh oknum berinisial HS.

Baca Juga :  Prabowo Turun Tangan Atasi Utang Jumbo Kereta Cepat Whoosh, Menteri Didesak Tuntaskan Masalah

Praktik ini menciptakan persaingan tidak sehat, menurunkan harga durian lokal, dan merugikan petani serta pelaku usaha kecil. Ahmad Labib mendorong pemerintah menindak pelaku impor ilegal dan memperketat pengawasan jalur distribusi dengan teknologi digital serta kolaborasi lintas instansi.

“Pengawasan lebih ketat melindungi petani lokal, menjaga harga durian stabil, dan menghentikan penyelundupan,” ujar Ahmad Labib.

Tren Durian dan Strategi Budidaya

Reza menekankan, setiap tren durian selalu berganti. Varietas baru perlu dikembangkan melalui riset, budidaya bertahap, dan strategi pemasaran agar petani bisa memenuhi permintaan pasar regional maupun internasional.(tim)

Berita Terkait

Presiden Prabowo Resmikan Hilirisasi Tahap II Rp 116 Triliun di Cilacap
Penerimaan 30.000 SPPI,Lihat Jadwal dan Syaratnya
Resmi! THR ASN 2026 Cair Pekan Pertama Ramadan Ini, Anggaran Naik Drastis”
Monsun Asia Mengamuk! BMKG Prediksi Hujan Sangat Lebat di 38 Provinsi Besok 30 Januari
Belum Ada Vaksin! Virus Nipah Mengintai Asia dengan Tingkat Kematian Hingga 75%
Daftar Lengkap Anggota Dewan Energi Nasional 2026 yang Baru Dilantik Presiden Prabowo
Liburan Hemat 2026: Strategi Berburu Hotel Murah Singapura di Lokasi Strategis
Gelar Pertemuan Maraton di Hambalang, Presiden Prabowo Pantau Langsung Progres Program Strategis
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 05:50 WIB

Presiden Prabowo Resmikan Hilirisasi Tahap II Rp 116 Triliun di Cilacap

Minggu, 15 Maret 2026 - 13:37 WIB

Penerimaan 30.000 SPPI,Lihat Jadwal dan Syaratnya

Kamis, 19 Februari 2026 - 13:24 WIB

Resmi! THR ASN 2026 Cair Pekan Pertama Ramadan Ini, Anggaran Naik Drastis”

Kamis, 29 Januari 2026 - 23:29 WIB

Monsun Asia Mengamuk! BMKG Prediksi Hujan Sangat Lebat di 38 Provinsi Besok 30 Januari

Kamis, 29 Januari 2026 - 10:31 WIB

Belum Ada Vaksin! Virus Nipah Mengintai Asia dengan Tingkat Kematian Hingga 75%

Berita Terbaru