Pakubuwana XIII Berpulang, Sosok Raja yang Tak Pernah Lelah Menjaga Adat Jawa

- Penulis

Minggu, 2 November 2025 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Sinuhun Pakubuwana XIII (Dok Instagram Resmi Keraton)

Foto : Sinuhun Pakubuwana XIII (Dok Instagram Resmi Keraton)

SOLO – Dunia budaya Jawa kehilangan sosok penting. Sri Susuhunan Pakubuwana XIII, Raja Keraton Kasunanan Surakarta, meninggal dunia di RS Indriyanti, Sukoharjo, Jawa Tengah, pada Minggu (2/11/2025).

Kerabat keraton, KPH Eddy Wirabhumi, mengonfirmasi kabar duka tersebut. “Hari ini kita berduka. Beliau wafat pagi tadi di RS Indriyanti,” ujarnya. Setelah itu, keluarga segera menyiapkan prosesi pemulangan jenazah ke Keraton Solo untuk penghormatan terakhir.

Pakubuwana XIII lahir di Surakarta, 28 Juni 1948, dengan nama kecil Gusti Raden Mas Suryadi. Namun, di masa muda, ia sering jatuh sakit. Karena itu, sang nenek GKR Pakubuwana mengganti namanya menjadi Gusti Raden Mas Suryo Partono sebagai bentuk doa agar ia memperoleh kesehatan dan keseimbangan hidup.

Baca Juga :  Diserbu Ratusan Warga Saat Reses, Guntur Pamungkas Lontarkan Janji Mengejutkan di Kota Blitar!

Kemudian, pada tahun 1979, Kasunanan Surakarta menetapkan GRM Suryo Partono sebagai pewaris tahta Keraton. Ia menerima gelar Kangjeng Gusti Pangeran Harya (KGPH) Hangabehi yang menegaskan posisinya sebagai penerus Pakubuwana XII.

Dalam perjalanan hidupnya, Hangabehi menunjukkan dedikasi besar terhadap pelestarian budaya Jawa. Ia memimpin Museum Keraton Surakarta dan turun langsung saat kebakaran besar melanda keraton pada 1985. Atas jasanya, Pakubuwana XII menganugerahkan Bintang Sri Kabadya I, sebuah penghargaan yang hanya diterima olehnya di antara seluruh keturunan raja.

Baca Juga :  Potensi Beda Awal Puasa! Ini Jadwal Ramadan 2026 Versi Muhammadiyah dan Pemerintah

Selain itu, Hangabehi juga meniti karier profesional di Caltex Pacific Indonesia, Riau, sebelum akhirnya kembali fokus menjaga tradisi keraton. Ia meraih gelar Doktor Kehormatan dari Global University (GULL), Amerika Serikat, atas kontribusinya dalam melestarikan nilai budaya dan spiritual Jawa di tengah arus modernisasi.

Akhirnya, pada tahun 2004, ia naik tahta sebagai Sri Susuhun.(tim)

Berita Terkait

Presiden Prabowo Resmikan Hilirisasi Tahap II Rp 116 Triliun di Cilacap
Penerimaan 30.000 SPPI,Lihat Jadwal dan Syaratnya
Resmi! THR ASN 2026 Cair Pekan Pertama Ramadan Ini, Anggaran Naik Drastis”
Monsun Asia Mengamuk! BMKG Prediksi Hujan Sangat Lebat di 38 Provinsi Besok 30 Januari
Belum Ada Vaksin! Virus Nipah Mengintai Asia dengan Tingkat Kematian Hingga 75%
Daftar Lengkap Anggota Dewan Energi Nasional 2026 yang Baru Dilantik Presiden Prabowo
Liburan Hemat 2026: Strategi Berburu Hotel Murah Singapura di Lokasi Strategis
Gelar Pertemuan Maraton di Hambalang, Presiden Prabowo Pantau Langsung Progres Program Strategis
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 05:50 WIB

Presiden Prabowo Resmikan Hilirisasi Tahap II Rp 116 Triliun di Cilacap

Minggu, 15 Maret 2026 - 13:37 WIB

Penerimaan 30.000 SPPI,Lihat Jadwal dan Syaratnya

Kamis, 19 Februari 2026 - 13:24 WIB

Resmi! THR ASN 2026 Cair Pekan Pertama Ramadan Ini, Anggaran Naik Drastis”

Kamis, 29 Januari 2026 - 23:29 WIB

Monsun Asia Mengamuk! BMKG Prediksi Hujan Sangat Lebat di 38 Provinsi Besok 30 Januari

Kamis, 29 Januari 2026 - 10:31 WIB

Belum Ada Vaksin! Virus Nipah Mengintai Asia dengan Tingkat Kematian Hingga 75%

Berita Terbaru

Prosesi Pelantikan Pejabat Eselon III dan IV Pemkot Sungai Penuh

Sungai Penuh

Malam Malam Pemkot Kembali Lantik Pejabat,Ini Nama-Namanya

Jumat, 19 Jun 2026 - 05:58 WIB