Bukan Cari Laba, Jokowi Sebut Whoosh Investasi Sosial – Begini Kata Purbaya

- Penulis

Kamis, 30 Oktober 2025 - 04:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa saat menyampaikan paparan dalam acara Sarasehan 100 Ekonom di Menara Bank Mega, Jakarta, Selasa 28 Oktober 2025  (Dok CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Foto: Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa saat menyampaikan paparan dalam acara Sarasehan 100 Ekonom di Menara Bank Mega, Jakarta, Selasa 28 Oktober 2025 (Dok CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

JAKARTAPresiden Joko Widodo menegaskan bahwa proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung atau Whoosh bukan dibangun untuk mencari laba semata. Menurutnya, pembangunan transportasi massal ini menjadi langkah strategis untuk mengatasi kemacetan parah di Jabodetabek dan Bandung yang telah menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 triliun per tahun.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendukung pandangan Jokowi. Dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Menara Bank Mega, Jakarta, Selasa (28/10/2025), Purbaya menjelaskan bahwa Whoosh membawa misi besar dalam pembangunan regional. “Whoosh tidak hanya menghubungkan kota, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru di sepanjang jalur kereta,” ujarnya.

Lebih lanjut, Purbaya menegaskan pentingnya pengembangan kawasan di sekitar stasiun Whoosh agar potensi ekonomi tumbuh. “Jika masyarakat di sekitar jalur ikut bergerak, dampaknya akan langsung terasa pada pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Baca Juga :  Prabowo Turun ke Batang Toru, Pastikan Jembatan Garoga Segera Difungsikan

Di sisi lain, Jokowi menekankan bahwa transportasi publik harus dilihat dari nilai sosialnya, bukan dari sisi keuntungan finansial. Ia menilai proyek seperti Whoosh, MRT, dan LRT berperan penting dalam mengurangi polusi, mempercepat mobilitas, serta meningkatkan produktivitas masyarakat.

“Transportasi massal itu layanan publik. Keuntungannya bukan laba perusahaan, tetapi manfaat sosial seperti pengurangan emisi karbon dan peningkatan kualitas hidup,” tegas Jokowi.

Selain itu, Jokowi menambahkan bahwa subsidi untuk transportasi publik adalah investasi jangka panjang, bukan kerugian negara. Ia mencontohkan subsidi MRT Jakarta yang mencapai Rp800 miliar per tahun dan akan meningkat seiring perluasan jalur. “Namun dampak sosial dan efisiensi ekonominya jauh lebih besar,” jelasnya.

Baca Juga :  Sarjana Menganggur Menumpuk, Program Magang Nasional Jadi Peluang Sementara

Kini, jumlah penumpang Whoosh telah menembus 12 juta sejak beroperasi, dengan rata-rata 19.000 penumpang setiap hari. Jokowi optimistis tren ini terus meningkat karena masyarakat mulai beralih ke transportasi massal yang lebih cepat dan ramah lingkungan.

Dengan begitu, Whoosh tidak hanya menjadi simbol modernisasi transportasi Indonesia, tetapi juga wujud nyata komitmen pemerintah dalam membangun negeri yang lebih efisien dan berkelanjutan.(tim)

Berita Terkait

Presiden Prabowo Resmikan Hilirisasi Tahap II Rp 116 Triliun di Cilacap
Penerimaan 30.000 SPPI,Lihat Jadwal dan Syaratnya
Resmi! THR ASN 2026 Cair Pekan Pertama Ramadan Ini, Anggaran Naik Drastis”
Monsun Asia Mengamuk! BMKG Prediksi Hujan Sangat Lebat di 38 Provinsi Besok 30 Januari
Belum Ada Vaksin! Virus Nipah Mengintai Asia dengan Tingkat Kematian Hingga 75%
Daftar Lengkap Anggota Dewan Energi Nasional 2026 yang Baru Dilantik Presiden Prabowo
Liburan Hemat 2026: Strategi Berburu Hotel Murah Singapura di Lokasi Strategis
Gelar Pertemuan Maraton di Hambalang, Presiden Prabowo Pantau Langsung Progres Program Strategis
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 05:50 WIB

Presiden Prabowo Resmikan Hilirisasi Tahap II Rp 116 Triliun di Cilacap

Minggu, 15 Maret 2026 - 13:37 WIB

Penerimaan 30.000 SPPI,Lihat Jadwal dan Syaratnya

Kamis, 19 Februari 2026 - 13:24 WIB

Resmi! THR ASN 2026 Cair Pekan Pertama Ramadan Ini, Anggaran Naik Drastis”

Kamis, 29 Januari 2026 - 23:29 WIB

Monsun Asia Mengamuk! BMKG Prediksi Hujan Sangat Lebat di 38 Provinsi Besok 30 Januari

Kamis, 29 Januari 2026 - 10:31 WIB

Belum Ada Vaksin! Virus Nipah Mengintai Asia dengan Tingkat Kematian Hingga 75%

Berita Terbaru