Payung di Jepang, Lebih dari Sekadar Pelindung Hujan: Simbol Pemikat Arwah

- Penulis

Kamis, 6 November 2025 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Ilustrasi Wanita Jepang Menggunakan Payung (Dok GETTY)

Foto : Ilustrasi Wanita Jepang Menggunakan Payung (Dok GETTY)

JEPANG -Di Jepang, payung bukan hanya alat pelindung dari hujan atau terik matahari. Banyak orang Jepang percaya payung bisa memikat roh dan menjadi jembatan antara dunia manusia dan dunia gaib.

Berbeda dengan banyak negara lain, masyarakat Jepang menanamkan makna spiritual pada setiap payung. Kepercayaan itu lahir dari budaya animisme yang sudah mengakar sejak ratusan tahun lalu.

Asal-usul Payung dalam Budaya Jepang

Profesor Tatsuo Danjyo dari Universitas Beppu di Prefektur Ōita menjelaskan bahwa orang Jepang menganggap payung sebagai yorishiro, benda yang mampu menarik roh atau dewa. Menurutnya, bentuk payung yang bulat menyerupai arwah, sedangkan gagangnya berdiri tegak seperti pilar penghubung antara dua dunia.

Sejarah mencatat, masyarakat Jepang sudah mengenal payung sejak abad ke-9. Saat itu, payung melambangkan kekuatan spiritual dan simbol status. Tokoh agama dan bangsawan membawa payung panjang dalam berbagai upacara untuk menunjukkan kehormatan dan wibawa.

Baca Juga :  Asal-usul Danau Singkarak: Cerita Rakyat Minangkabau yang Hidup di Tengah Alam Nan Elok

Makna Spiritual yang Tetap Hidup di Tengah Modernitas

Memasuki abad ke-12, rakyat mulai memakai payung untuk kebutuhan sehari-hari. Namun makna spiritualnya tidak hilang. Hingga kini, unsur sakral payung tetap muncul dalam berbagai festival di Jepang.

Di Kyoto, Festival Yasurai menampilkan payung berhias bunga. Warga percaya hiasan itu bisa mengusir penyakit dan membawa energi positif. Di Fukuoka, Festival Hakata Dontaku menampilkan arak-arakan payung raksasa. Orang yang melintas di bawahnya diyakini akan menerima keberuntungan dan kesehatan.

Festival Obon dan Tradisi Payung Warna-warni

Setiap bulan Agustus, penduduk Pulau Okinoshima di Prefektur Kōchi menghias payung warna-warni untuk Festival Obon. Mereka menari mengelilingi altar sambil membawa payung agar arwah leluhur dapat kembali dengan tenang ke alam roh.

Baca Juga :  Wisata Sunrise Candi Borobudur Dibuka Lagi,Ini Harga Tiketnya..

Kepercayaan ini menggambarkan rasa hormat masyarakat Jepang terhadap arwah leluhur dan alam spiritual yang selalu menyertai kehidupan mereka.

Kasa Yokai: Legenda Payung Berjiwa

Keyakinan bahwa benda memiliki roh melahirkan legenda kasa yokai, roh payung yang sering muncul dalam cerita rakyat Jepang. Sosok itu digambarkan bermata satu dan berkaki satu, melambangkan keyakinan bahwa benda yang digunakan dan dicintai terlalu lama bisa hidup kembali dengan jiwa sendiri.

Legenda ini menegaskan betapa kuatnya nilai animisme dalam budaya Jepang.

Wagasa, Warisan Budaya yang Masih Bertahan

Wisatawan yang ingin mengenal sejarah dan seni pembuatan wagasa—payung tradisional Jepang—dapat mengikuti workshop atau mengunjungi museum di berbagai kota. Bagi masyarakat Jepang, membuka wagasa berarti menghormati warisan spiritual yang menyatu dengan kehidupan mereka selama berabad-abad.(tim)

Berita Terkait

Liburan ke Kerinci? Ini Daftar Penginapan dengan Panorama Gunung Terbaik
Musang King: Durian Asal Malaysia Yang Rajai Asia
Hotel Murah di Bali: 15 Pilihan Nyaman di Bawah Rp400 Ribu
Tiket Pesawat Turun 14%! Kemenparekraf Ajak Warga Liburan di #IndonesiaAja Saat Nataru
Pendakian Gunung Kerinci Kini Bawa Manfaat Ekonomi Langsung ke Warga Solok Selatan
Pernah Hiasi Uang Rp5.000, Begini Keindahan Nyata Gunung Kelimutu di Flores
Wisata Sunrise Candi Borobudur Dibuka Lagi,Ini Harga Tiketnya..
Asal-usul Danau Singkarak: Cerita Rakyat Minangkabau yang Hidup di Tengah Alam Nan Elok
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 20 November 2025 - 10:00 WIB

Liburan ke Kerinci? Ini Daftar Penginapan dengan Panorama Gunung Terbaik

Selasa, 18 November 2025 - 20:00 WIB

Musang King: Durian Asal Malaysia Yang Rajai Asia

Kamis, 6 November 2025 - 14:00 WIB

Payung di Jepang, Lebih dari Sekadar Pelindung Hujan: Simbol Pemikat Arwah

Kamis, 30 Oktober 2025 - 10:00 WIB

Hotel Murah di Bali: 15 Pilihan Nyaman di Bawah Rp400 Ribu

Jumat, 24 Oktober 2025 - 18:00 WIB

Tiket Pesawat Turun 14%! Kemenparekraf Ajak Warga Liburan di #IndonesiaAja Saat Nataru

Berita Terbaru

Daftar kode redeem Genshin Impact terbaru 23 Januari 2026 dengan latar belakang hadiah Primogems

Tech & Games

Kode Redeem Genshin Impact 23 Januari 2026: Klaim Primogems Gratis!

Jumat, 23 Jan 2026 - 16:46 WIB