JAMBI – Daun kelor dikenal luas sebagai tanaman herbal kaya nutrisi. Selama ini, banyak orang mengenalnya sebagai pelancar ASI. Namun, di balik itu, daun kelor menyimpan sederet manfaat lain yang sangat penting bagi kesehatan wanita, mulai dari keseimbangan hormon hingga perlindungan dari penyakit serius.
Tanaman bernama ilmiah Moringa oleifera ini berasal dari India dan tumbuh subur di wilayah tropis, termasuk Indonesia. Selain mudah diolah menjadi sayur, teh, hingga masker alami, daun kelor juga telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional karena kandungan gizinya yang melimpah.
Kandungan Nutrisi Daun Kelor
Daun kelor mengandung protein nabati, kalsium, kalium, zat besi, magnesium, serta vitamin A, B kompleks, dan C. Tak hanya itu, senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fitosterol membuat daun ini memiliki potensi besar bagi kesehatan wanita.
Berikut tujuh manfaat daun kelor yang jarang diketahui, namun penting untuk diperhatikan.
1. Membantu Melancarkan Produksi ASI
Daun kelor mengandung fitosterol yang mampu merangsang hormon laktasi. Senyawa ini membantu ibu menyusui meningkatkan volume dan kualitas ASI secara alami. Meski demikian, ibu tetap perlu menjaga asupan cairan dan menyusui secara rutin agar hasilnya optimal.
2. Mendukung Keseimbangan Hormon Estrogen
Kandungan fitoestrogen dan flavonoid dalam daun kelor membantu menjaga kadar hormon estrogen. Hormon ini berperan penting dalam mengatur siklus menstruasi, pematangan sel telur, serta kesiapan rahim untuk kehamilan.
3. Menjaga Rambut Tetap Sehat dan Kuat
Daun kelor kaya vitamin A dan vitamin B yang berfungsi memperkuat akar rambut, mengurangi kerontokan, serta merangsang pertumbuhan rambut baru. Penggunaan daun kelor sebagai masker rambut secara rutin dapat membantu rambut tampak lebih tebal dan berkilau.
4. Merawat Kesehatan Kulit
Vitamin C dalam daun kelor bertindak sebagai antioksidan alami. Kandungan ini membantu melindungi kulit dari paparan polusi dan sinar UV. Selain itu, pemakaian daun kelor sebagai masker wajah juga membantu mengurangi jerawat dan menjaga kulit tetap cerah.
5. Mempercepat Pemulihan Luka Pasca Persalinan
Konsumsi ekstrak daun kelor terbukti membantu mempercepat penyembuhan luka robekan setelah persalinan normal. Vitamin A dan C di dalamnya berperan dalam pembentukan kolagen dan regenerasi jaringan kulit.
6. Membantu Mencegah Infeksi Rahim
Daun kelor memiliki sifat antibakteri yang mampu melawan bakteri penyebab infeksi rahim, seperti Staphylococcus aureus dan E. coli. Meski begitu, manfaat ini masih membutuhkan penelitian lanjutan untuk memastikan efektivitasnya pada manusia.
7. Menurunkan Risiko Kanker Payudara
Sejumlah studi menunjukkan bahwa ekstrak daun kelor mampu menghambat pertumbuhan sel kanker payudara. Efek ini berasal dari kombinasi senyawa antioksidan, antiperadangan, dan antikanker yang terkandung di dalamnya.
Selain tujuh manfaat tersebut, daun kelor juga membantu mencegah anemia, menjaga kesehatan jantung, serta mengontrol kadar gula darah. Meski begitu, sebagian besar manfaat ini masih memerlukan riset lanjutan.
Oleh karena itu, sebelum mengonsumsi daun kelor dalam bentuk suplemen, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter, terutama bagi wanita dengan kondisi medis tertentu atau yang sedang mengonsumsi obat rutin.(tim)









