SUNGAI PENUH – Suasana hangat dan kekeluargaan menyelimuti Rumah Dinas Walikota Sungai Penuh saat Wako Alfin, menerima kunjungan silaturahmi Lembaga Kerapatan Adat 6 Luhah, Kamis (29/1). Pertemuan ini menjadi jembatan komunikasi langsung antara birokrasi dan penjaga adat dalam membedah berbagai persoalan pembangunan di wilayah tersebut.
Selain mempererat silaturahmi, forum ini menjadi wadah bagi para Ninik Mamak dan Pemangku Adat untuk menyuarakan isu-isu lokal secara gamblang. Pembahasan mencakup mulai dari urgensi pemerataan fasilitas publik hingga solusi atas permasalahan sosial di tengah masyarakat. Menanggapi hal itu, Alfin menyatakan bahwa pemerintah memerlukan perspektif tokoh adat untuk memastikan pembangunan tidak kehilangan jati diri daerah.
Wako Alfin menekankan bahwa ruang dialog seperti ini merupakan prioritas kerjanya untuk menyerap aspirasi secara transparan.
“Kontribusi pemikiran dari lembaga adat memastikan setiap langkah pemerintah sejalan dengan kebutuhan nyata warga di lapangan,” ungkapnya di hadapan para tokoh masyarakat.
Dengan berakhirnya pertemuan ini, kedua belah pihak sepakat untuk terus menjaga koordinasi yang harmonis. Langkah ini menjadi modal sosial penting bagi Kota Sungai Penuh dalam mewujudkan tata kelola kota yang lebih inklusif dan berakar pada tradisi***









